Imam Madzhab dan Wali Songo, mereka itu bukan Nabi

Published 22 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Sekitar tahun 2005 saya masuk islam, ternyata saya memperhatikan sebagian umat islam, mereka kebanyakan berdalil apa katanya apa katanya ulama, meskipun ada Dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang menerangkan perkara tersebut, tetap saja mereka berpegang teguh kepada Fatwa Ulama mereka.

Mereka TAKLID BUTA, Alias FANATIK sama Imam Madzhab dan Wali Songo. Mereka sudah menganggap Imam Madzhab dan Wali itu Nabi Baru, ucapannya tidak pernah salah  Apalagi mungkin jika dibandingkan dengan Para Sahabat Rasulullah, dimata mereka tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan Wali Songo. Saya juga bingung, Wali Songo itu apakah seorang ulama, atau hanya cerita dongeng yang konon katanya bisa terbang, bisa menghilang, Shalat Jum’at langsung tidak perlu naik pesawat terbang cukup menghilang, langsung ke Mesjid Nabawi, dan banyak cerita mistis lainnya. Sampai saat ini saya sendiri belum pernah melihat kitab-kitab karya Wali Songo.

Kemudian apakah bermadzhab sama salah satu Imam Madzhab itu hukumnya Wajib menurut islam ?

Mana Dalilnya Dalam Al Qur’an dan Sunnah, Perintah Allah dan Rasulullah untuk mengikuti salah satu Imam Madzhab ?

Kata Al Buhti yang kemaren meninggal dunia dibom. katanya orang yang  tidak bermadzhab, maka keislamannya Bathil.  :o Saya tanya, Kenapa Para Sahabat dan Tabi’in mereka tidak bermadzhab salah satu Imam Madzhab tersebut?   ;D berarti para sahabat dan tabi’in manusia-manusia bathil, menurut Al Buthi  :jaim:

Menurut saya pribadi, Bermadzab itu bukan merupakan suatu kewajiban. Yang namanya kewajiban adalah jika diwajibkan oleh Allah & Rasul-Nya. Allah & Rasul-Nya sama sekali tak mewajibkan kepada seseorang utk mengikuti salah satu madzhab tertentu utk diikuti agamanya, namun yang diwajibkan adalah mengikuti petunjuk Al Qur’an & As Sunnah. Dan telah berlalu beberapa generasi, namun mereka sama sekali tak berpegang dgn satu madzhab tertentu
Justru Prinsip yang benar adalah mengikuti Al Qur’an & As Sunnah. Selama perkataan imam madzhab sejalan dgn keduanya, maka barulah perkataan mereka layak diambil. Sedangkan memaksakan seseorang utk bermadzhab dgn pendapat salah seorang di antara mereka, ini adalah menetapkan perintah tanpa adanya dalil

Bukankah Rasulullah shallallahu  shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Berpegang teguhlah dgn sunnahku & sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu & amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dgn gigi geraham kalian.”

(HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih)

Justru para Ulama Madzhab sendiri berpesan :

Imam Malik berkata,
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُخْطِىءُ وَأُصِيْبُ فَانْظُرُوا فِي قَوْلِي فَكُلُّ مَا وَافَقَ الكِتَابَ وَالسُّنَّةَ فَخُذُوْا بِهِ وَمَا لَمْ يُوَافِقْ االكِتَابَ وَالسُّنَّةّ فَاتْرُكُوْهُ
“Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang bisa keliru & benar. Lihatlah setiap perkataanku, jika itu mencocoki Al Qur’an & Hadits Nabawi, maka ambillah. Sedangkan jika itu tak mencocoki Al Qur’an & Hadits Nabawi, maka tinggalkanlah.

Imam Abu Hanifah & Imam Asy Syafi’i berkata,

إِذَا صَحَّ الحَدِيْثُ فَهُوَ مَذْهَبِي
“Jika hadits itu shahih, itulah pendapatku.”

Imam Asy Syafi’i berkata
,
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي
“Jika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku.”

Imam Ahmad berkata,

مَنْ رَدَّ حَدِيْثَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهُوَ عَلَى شَفَا هَلَكَةٍ
“Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berarti telah berada dlm jurang kebinasaan.”

Hanya Allah yang memberi Taufik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: