Mualaf Wahaby

Published 24 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Pada tahun 1998 setelah saya memeluk agama islam, pastinya orang-orang mantan agama yang dulu saya anut, membenci saya. Tapi bagi saya hinaan, celaan, makian dari orang2 yang dulu pernah dekat dengan saya, ditanggapi dengan senyuman, dan saya tetap berpegang teguh kepada keyakinan saya yang baru, dan ingin menjadi muslim yang kaffah.

Menghadapi fitnah dari mantan agama saya, tentunya saya mesti memperdalam Al Qur’an dan Sunnah, agar saya bisa membantah mereka hujah berdasarkan dalil yang shahih. Dan tentunya berdasasarkan pemahaman Para Sahabat Rasulullah, karena mereka ada generasi terbaik dalam islam.

Ketika saya memperdalam Al Qur’an dan Hadist, untuk bekal ilmu berdakwah kepada orang-orang Nasrani, justru kendala dari umat islam sendiri, malah sering saya dihina, dicaci-maki, dilabeli gelar, seperti teroris, wahaby, sawah, salahfikir, dsb,,,

OKELAH KALAU BEGITU.. !!!

Ketika saya mengorek-ngorek ritual kaum Nasrani tentang Selametan Kematian 1-7, 40, 100, setahun, saya bilang itu bukan ajaran Yesus, itu ajaran Hindu
justru malah saya oleh orang muslim disematkan gelar kenduri WAHABY

Ketika saya membongkar kebusukan kristen Nias, tentang ritual tolak bala, sesembelihan buat leluhur mereka yang sudah mati, agar terhindar dari malapetaka.
Sudah pastinya, orang-orang kejawen menyebut saya wayang WAHABY

Ketika saya membongkar Kebusukan Maulid Nabi Yesus tanggal 25 Desember, bahwa maulid itu ajaran Fir’aun, bukan ajaran Yesus
eh.. pastinya pasukan pro Maulid, langsung ceramah di youtube, memvonis saya kaum sawah WAHABY

Ketika saya menyarankan, agar seluruh umat muslim berhari raya bersama Pemerintah Indonesia, agar tidak menjadi fitnah dari orang kafir.
Eh.. sama ormas dan sekte sempalan, saya dikasih parcel tulisan WAHABY

Ketika saya tidak ikut merayakan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Hijriyah, karena islam hanya mempunyai 2 hari Raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.
Pastinya saya dikasih kartu ucapan Selamat Tahun WAHABY

Ketika saya mengorek-ngorek ritual kaum nasrani, ziarah kubur dengan tabur bunga itu meniru ajaran Tionghoa sejak 1800 tahun yang lalu.
Tentunya saya dikalungi bunga dengan tulisan WAHABI

Ketika saya mengutak-ngatik ritual kaum nasrani, tentang 7 bulanan bagi ibu hamil, bahwa itu ajaran agama hindu.
Pastinya, langsung saya dikasih sesajen WAHABY

Ketika saya membongkar kebusukan Katholik, tentang permintaan melalui perantara orang Santo/Santa yang telah mati yang dianggap mereka sebagai Pahlawan,
pastinya para kaum kuburiyun, ngasih kemenyan WAHABY

Ketika saya mengorek ritual kaum nasrani, bahwa nyanyi di gereja itu bukan ajaran yesus. Yesus hanya wudhu dan shalat.
Eh… sudah tentu pastinya yang suka nyanyi-nyanyi shalawatan ciptaaan Hadad Alwi dan Wali Band dinyanyikan di mesjid, saya dimasukan ke album rekaman WAHABY

Ketika saya bilang, Allah di langit, bersemayam di atas arsy, mustahil Allah masuk ke Patung Yesus.
eh.. pastinya sekte jahmiyyah, yang bilang Allah banyak, langsung dicorat coret di toilet umum dengan tulisan WAHABY

SAYA BINGUNG, Wahaby itu apa, kata pak kyai dan habib saya ini bermadhzab WAHABY (Muhamad Bin Abdul Wahab) sama seperti Ibnu Taimiyah yang bermadzhab, Ibnu taimiyah itu lahirnya sekitar tahun 700 hijriyah, Gurunya Ibnu Taimiyah katanya Muhammad Bin Abdul Wahab yang lahirnya sekitar tahun 1.100 Hijriyah (berarti ibnu taimiyah, berguru sama manusia yang belum hidup donk)

Sebenarnya banyak celaan bagi diri saya, ketika saya bilang Teroris itu Ahli Bid’ah Sesat bermanhaj khawarij, langsung antek2 Imam Samudra, ngasih bingkisan bom WAHABY

Saya mengorek ajaran occultisme orang nasrani, bahwa yesus tidak punya tenaga dalam dan kebal senjata, tentunya kaum Sufi dan tim Densus, ngasih saya mantra WAHABY

Ketika saya menolak bahwa Demontrasi menjelek-jelekan Pak Presiden SBY dipublik, itu bukan Ajaran Islam, meniru kebiasaan orang kafir dan bermanhaj Khawarij, pastinya Hizbut Tahrir demo bikin spanduk WAHABY

Ketika saya bilang sama orang nasrani, Demokrasi bukan ajaran Yesus, itu warisan Para penyembah Dewa Yunani, pastinya Ichwanul Muslimin, mencoblos saya WAHABY.

Yang paling Getol tentunya JIL, ketika saya bilang jangankan dalam hukum islam, dalam Alkitab juga pelaku homoseks itu dihukum mati, dan dalam alkitab juga Wanita Wajib Berjilbab.
Pastinya Dedengkot Liberal, langsung seminar dikampus dengan tema WAHABY

Kalau sekte Khawarij LDII, saya dihina disebut JOKAM (Jorok dan Kamseupay), bekas telapak kaki saya sudah dianggap najis seperti babi, sudah divonis murtadin. Mereka sudah menyediakan Neraka Khusus buat WAHABY.

Sama dengan Agama Ahmadiyah yang Nabinya Mirza Ghulam Ahmad. Percuma katanya saya masuk islam, karena WAHABY itu bukan islam, tidak seperti Ahmadiyah, menyembah Raja Inggris

Apalagi Agama Rafidhah tidak perlu disebutkan, saya sudah bukan disebut WAHABY lagi, Tapi KAFIR HARBI

TAPI SAYA BANGGA DISEBUT WAHABY, MUDAH-MUDAHAN SAYA MENINGGAL DUNIA DALAM KEADAAN WAHABY.

2 comments on “Mualaf Wahaby

  • Subhanallah, akhi….
    Semoga kita mati dalam golongan ahlus sunnah… golongan yang dicela oleh saudara kita sendiri sebagai “wahaby”… padahal jika mereka ditanya apa itu wahaby, mereka tak bisa menjawab…
    Memang seperti inilah akhir zaman… berpegang teguh kepada sunnah itu seperti memegang bara api…
    Subhanallah, akhi tidak hanya mendapat hidayah kepada Islam tapi juga kepada sunnah. Saya sendiri orang yang sejak lahir sudah Islam, tapi belum lama ini baru mengenal sunnah… Sebelumnya saya adalah orang yang sering membaca tulisan2 dari Ikhwanul muslimin, hizbut tahrir dsb. Dan saya juga membaca beberapa tulisan2 golongan mereka yang isinya menghina kaum ahlussunnah.
    Alhamdulillah, pada suatu kesempatan, Allah `Azza wa Jalla telah memberikan saya hidayah kepada sunnah, dimana sunnah itu sendiri mulai asing, disepelekan, bahkan dilecehkan & dibuang oleh saudara kita kaum muslimin. Hidayah itu datang ketika saya mempelajari kajian2 salafi. Alhamdulillah, tidak ada kesesatan di dalam kajian itu. Justru saya semakin tau hadits2 yang sebelumnya saya tidak tau, dan mengetahui hadits2 palsu yang sering dijadikan sebagai dalil utk membenarkan kemaksiatan & kebidahan para golongan2 itu.
    Semoga kita istiqomah di jalan ini (jalan sunnah). Amiin

  • Assalamualaikum yaa akhi
    Sebaiknya semua ketikan kata wahabi diberi tanda petik, biar kita tidak ikut2 meneruskan/memperkuat fitnahan panggilan/sebutan terhadap ahlussunah.
    Barokah Allah semoga tercurah kepada antum…aamiiiiin

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: