Aliran / Firqah

All posts in the Aliran / Firqah category

Nikah Mut’ah.. oh indahnya

Published 1 Desember 2013 by Mualaf Center Indonesia

Kami akan membahas penjelasan seputar fiqih nikah mut’ah 

Sesuai dengan penjelasan para Imam Syi’ah yang menurut kaum syi’ah Imam makhsum terbebas dari salah dan dosa, yang lebih mulia daripada para Nabi dan malaikat.

Baca selengkapnya →

Iklan

Kyai Iblis

Published 25 November 2013 by Mualaf Center Indonesia

Allah berfirman : “syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah yang menipu (manusia). [Q. S. Al-An’am/6: 112]

Demikianlah sebagian syetan membisikan kepada sebagian yang lain manusia dan jin, saling membisikan kata-kata yang menipu, tapi dihias seakan-akan indah sekali padahal itu menyesatkan.

Seperti kalimat yang sering didendangkan mereka dengan kata-kata yang sungguh sangat indahnya, mereka berkata sambil mengucurkan air mata :

“Sampai kapan kita akan saling berantem terus menerus, sampai kapan kita akan berbantah-bantahan. Sudahlah jangan saling salah menyalahkan ini syirik itu bid’ah. Marilah kita bersatu padu, sudah semuanya benar, semuanya tidak ada yang salah, walau berbeda keyakinan mari kita bersatu bergandeng tangan, agar islam ini kuat “

Indah apa gak indah, kata-kata tersebut ?? Masya Allah.. Sungguh indahnya kata-katanya

Setiap orang awam akan tertipu, akan merasa kagum dan meyakini dalam hatinya “duhai PakKyai ini betapa hatinya sangat baik, sungguh betapa sopannya, betapa lembutnya, betapa..oh..betapa..”

Semuanya terbuai dengan rayuan gombal. Padahal itu yang dibungkus dalam kata-kata tadi maknanya :

“Tidak perlu amar ma’ruf nahi munkar, jangan nurut sama Allah dan Rasul-Nya untuk merubah kemungkaran. Jangan menurut, jangan menyalahkan orang lain. Biarkan saja yang munkar-munkar jangan kamu salahkan meskipun itu tidak diajarkan oleh Rasulullah. Yang menyimpang aliran-aliran sesat biarkan saja seperti Teroris Khawarij ngebom disembarang tempat membunuh orang tanpa alasan, Biarlah jangan disalahkan semuanya benar”

Lihat..!! kata-katanya indah, namun sungguh menipu. Dengan kata tadi diatas dengan kata indah itu berarti mengubur habis amar ma’ruf nahi munkar.

Ada lagi dakwah iblis yang lebih parah lagi, berkata : “

“Sudahlah, kita ini bangsa indonesia semua rakyat adalah saudara. Jangan mengkafirkan orang nasrani, jangan mengkafirkan orang konghucu, jangan mengkafirkan syi’ah meskipun syi’ah aqidahnya berbeda dengan islam. Jangan mengkafirkan ahmadiyah, meskipun Nabinya berbeda. Sudahlah mari kita umat islam saling bertoleransi dan ikut memeriahkan dan mengikuti ritual-ritual ibadah orang nasrani, konghucu, ahmadiyah dan syi’ah karena agama itu sama saja, yang taat sama agamanya pasti masuk surga”

Setiap orang yang menyatakan itu syirik, bid’ah, akan ditegur oleh orang awam tersebut :

“Kamu tidak dengar kajian kemarin dari pak kyai fulan, yang menyatakan bahwa kita tidak perlu salah menyalahan, bahwa semuanya itu benar. Kita ini bangsa indonesia adalah saudara meskipun berbeda agama, dan kita semuanya akan masuk surga “

 Waspadalah..!! sama pejuang islam palsu yang dibalut dengan kata-kata indah, padahal menyesatkan

wallahu a’lam bish showab

Hebat Mana..!!! Tokoh Indonesia VS Ulama Ahlus Sunnah

Published 24 November 2013 by Mualaf Center Indonesia

1456803_10151990734137210_511098228_n

Dibawah ini kami sampaikan :

Fatwa Tokoh Indonesia DAN Fatwa Para Ulama Ahlus Sunnah

Tentang Syi’ah Rafidhoh

Fatwa Tokoh Indonesia Tentang Syi’ah Rafidhoh :

[1] Prof. Dr. Umar Shihab (MUI Pusat) : “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” [rakyatmerdekaonline.com].

[2] KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU) : “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.“ [tempo.co].

[3] Prof Dr.Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) : “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama muslim.” [republika.co.id].

[4] KH. Abdurahman Wahid (gus Dur) : “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah”.

[5] Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ) : “Sunnah dan Syiah adalah mazhab-mazhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.“ [satuislam.wordpress.com].

[6] Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) : “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, Alqurannya, dan nabinya juga sama.” [republika.co.id].

[7] Prof. Dr.Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah) : “Kalau Syiah di kalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima.” [ okezone.com].

[8] Marzuki Alie (Ketua DPR RI) : “Syiah itu mazhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.“ [ okezone.com].

[9] KH Noer Iskandar SQ (Ketua Dewan Syuro PPP): “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” [ inilah.com].

[10] KH. Alie Yafie (Mantan Ketua MUI, Ulama NU) : Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam [tempointeraktif].

==============================================

Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Tentang  Syi’ah Rafidhoh :

[1]  Imam Malik –rahimahullah- (w 179) berkata : “Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan termasuk golongan Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

[2] Imam Syafi’i –rahimahullah- (w 204) berkata : “Aku tidak pernah melihat seorang pun dari kalangan Ahlul Bid’ah Sesat pengekor hawa nafsu yang paling munafik suka berdusta dalam pengakuan dan paling palsu dalam kesaksian melebihi orang-orang rafidah.” (Ibnu Bathah dalam Al Ibanah Al Kubra, 2/545)

[3] Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- (w 241) berkata : “Aku tidak memandang Rafidhah berada diatas Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

 [4] Imam Bukhari –rahimahullah- (w 256) berkata : “Aku shalat dibelakang jahmiyah atau juga rafidhoh sama dengan shalat dibelakang yahudi atau nasrani. Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, membantu mereka, menikah, memberi kesaksian dan memakan sembelihan-sembelihan mereka.” (Khalq af’aal Al Ibaad, hal. 125)
[5] Imam Al Barbahari –rahimahullah- (w 329) berkata : “Ketahuilah hawa nafsu itu seluruhnya adalah hina  mengantar kepada pedang( pemberontakan) dan yang paling hina dan paling kafir adalah Rafidhah.” (lihat Syarhus-sunnah no 146 hal. 119 terbitan darus-salaf)

[6] Ibn Hazm al-Andalusy –rahimahullah- (w 456) berkata : “Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah bukanlah dari kalangan kaum muslimin, kelompok ini berjalan (berdasarkan) jalannya orang-orang yahudi dan nasrani dalam dusta dan kufur , dan kelompok tersebut adalah yang paling  (ghulu)ekstrim (lihat Al-Fishol fil-milal 2/213)

[7] Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- (w 728) berkata : Syi’ah nushariyah  adalah dari orang-orang ekstrim Rafidhah yang mempertuhankan ‘Ali rodhiyallohu ‘anhu dan mereka ini tebih kafir dari pada yahudi dan nasrani dengan kesepakatan kaum muslimin. (minhajus-sunnah 3/262)

[8] Ibnu Katsir –rahimahullah- (w 774) berkata : “Orang-orang syi’ah rafidhah adalah kelompok yang sesat, golongan yang rendah” (Al Bidayah wa An Nihayah, 5/251)

Jangan ngaku partai nya umat muslim, jika caleg nya Pendeta

Published 25 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Menghalalkan segala cara meskipun cara bathil apapun dilakukannya, pastinya agar tujuannya ingin meminta suara/dukungan agar kursi empuk di pemerintahan tercapai, yang sangat jelas bertentangan dengan Ajaran Islam. Menegakkan Islam itu bukan seperti Robin Hood yang mencuri untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat, tapi dalam harus sesuai apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, manusia terbaik di permukaan bumi.

Abdur Rahman bin Samuroh -radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepadaku,
“Wahai Abdur Rahman bin Samuroh, janganlah engkau meminta kekuasaan. Karena jika kau diberi kekuasaan dari hasil meminta, maka engkau akan diserahkan kepada kekuasaan itu (yakni, dibiarkan oleh Allah & tak akan ditolong). Jika engkau diberi kekuasaan, bukan dari hasil meminta, maka engkau akan ditolong”. [HR. Al-Bukhari, Muslim]

Bahkan mereka rela untuk mengadopsi dan menerapkan sistem Politik Barat dari Yunani, yang bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dengan Islam. Mereka sanggup untuk berdusta dengan menyebarkan isu-isu negatif terhadap lawan politiknya. Bila perlu, merekapun sanggup untuk mencampakkan prinsip-prisip Islam yang paling utama dalam rangka untuk memuluskan ambisi mereka, baik melalui acara ‘kontrak politik’ atau yang semisalnya. Bahkan tidak jarang merekapun sanggup untuk berdusta atas nama Ulama Ahlus Sunnah dengan mencuplik fatwa-fatwa para ulama tersebut dan mengaplikasikannya tidak pada tempatnya.

Baca selengkapnya →

Perang Terhadap Teroris Khawarij, Bukan Perang Terhadap Islam

Published 21 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

PERANG TERHADAP TERORIS KHAWARIJ BUKAN PERANG TERHADAP ISLAM

Sebuah Catatan Atas Tertangkapnya Abu Bakar Ba’asyir

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menganugerahkan nikmat yang sangat besar kepada kaum muslimin di bulan Ramadhan tahun 1431 H yang penuh berkah ini, yaitu dengan tertangkapnya seorang tokoh yang berpaham Teroris Khawarij, Abu Bakar Ba’asyir.

Ucapan terima kasih juga selayaknya diberikan kepada Pemerintah RI, khususnya POLRI melalui Densus 88 –jazaahumullahu khairan- yang telah mengerahkan segenap tenaga untuk menangkap tokoh yang satu ini dan mengumpulkan bukti-bukti keterlibatannya dalam aksi-aksi Teroris Khawarij.

Namun ternyata, di tengah-tengah kegembiraan kaum muslimin atas tertangkapnya tokoh kesesatan tersebut, ada sekelompok kecil orang-orang yang mengatasnamakan umat Islam yang memprotes dan menyatakan secara terbuka ketidaksetujuan mereka, bahkan mengecam pemerintah dengan keras atas penangkapan tersebut. Diantaranya adalah sebuah forum yang menamakan diri Forum Umat Islam (FUI), yang mengklaim beranggotakan ormas-ormas Islam, diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin, Jamaah Anshorut Tauhid, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Al Irsyad Al Islamiyyah, Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Az Zikra, PP Daarut Tauhid, Hidayatullah, PII dan Wahdah Islamiyah yang berpusat di Makassar.

Bahkan salah seorang kader ormas yang disebut terakhir di atas, membuat tulisan dalam blog hitamnya yang berisi tuduhan-tuduhan keji dengan judul Bisnis Darah dan Nyawa Manusia dan Penangkapan Ustadz Ba’asyir dan Kehancuran NKRI. Sebelumnya juga, website resmi mereka di cabang Jogya telah menurunkan sebuah artikel untuk memprotes kebijakan pemerintah terhadap teroris dalam sebuah tulisan berjudul Menjustifikasi Kematian Teroris. Tidak ketinggalan pula Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), melalui juru bicaranya Muhammad Ismail Yusanto mengecam penangkapan Abu Bakar Ba’asyir (ABB).

Seperti apakah pandangan Islam atas tertangkapnya tokoh yang berpaham Teroris Khawarij? Bagaimana pula sikap Islam terhadap orang-orang yang membelanya? Catatan ringan ini insya Allah mencoba menghadirkan bukti-bukti ilmiah akan benarnya tindakan yang telah diambil oleh POLRI dan sekaligus sebagai bantahan atas kekeliruan sekelompok kecil orang-orang yang menyalahkan pemerintah atas penangkapan ABB.

Benarkah Abu Bakar Ba’asyir berpaham Teroris Khawarij?

Baca selengkapnya →