Aqidah

All posts in the Aqidah category

Jangan menghina Yesus dan Israel

Published 24 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Mungkin ada segelintir muslim yang belum tahu menghina, memaki-maki Yesus, padahal Yesus itu Nabi Isa a’alaihis sallam.
yang harus dilaknat dan wajib dikafirkan bukan Nabi Yesus (Isa Al Masih) tapi Orang yang telah Menjadikannya Sesembahan/Tuhan.

Kata “Yesus” dalam bahasa Indonesia ragam Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) adalah kata serapan dari bahasa Yunani, yaitu dari kata Ιησους “Iēsous”

Lalu, pertanyaan selanjutnya, apakahعِيسٰى , “`Κ┠(bahasa Arab) sama dengan Ιησους, “Iēsous” (bahasa Yunani) ? Dan apakah kedua nama itu menunjuk kepada satu sosok yang sama ?

Baca selengkapnya →

Iklan

Upacara 7 Bulanan (Mitoni)

Published 23 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Dulu waktu saya masih beragama nasrani, tidak sedikit kaum ibu Hamil orang nasrani yang menggelar upacara 7 bulanan, mereka berkeyakinan bahwa upacara mitoni yang dilakukan pada saat janin berusia 7 bulan, katanya untuk mengusir roh halus yang mau merebut anak dari kandungan. Mereka ada yang melakukan Ritual seperti adat istiadat kejawen ada juga yang diganti dengan ibadah pengucapan syukur.

SEBENARNYA Telonan, Mitoni dan Tingkepan yang sering kita jumpai di tengah-tengah masyarkat adalah teradisi masyarakat Hindu. Upacara ini dilakukan dalam rangka memohon keselamatan anak yang ada di dalam rahim (kandungan). Upacara ini biasa disebut Garba Wedana [garba : perut, Wedana : sedang mengandung]. Selama bayi dalam kandungan dibuatkan tumpeng selamatan Telonan, Mitoni, Tingkepan [terdapat dalam Kitab Upadesa hal. 46]

Intisari dari sesajinya adalah :

1. Pengambean, yaitu upacara pemanggilan atman (urip).

2. Sambutan, yaitu upacara penyambutan atau peneguhan letak atman (urip) si jabang bayi.

3. Janganan, yaitu upacara suguhan terhadap “Empat Saudara” [sedulur papat] yang menyertai kelahiran sang bayi, yaitu : darah, air, barah, dan ari-ari. [orang Jawa menyebut : kakang kawah adi ari-ari]

Hal ini dilakukan untuk panggilan kepada semua kekuatan-kekuatan alam yang tidak kelihatan tapi mempunyai hubungan langsung pada kehidupan sang bayi dan juga pada panggilan kepada Empat Saudara yang bersama-sama ketika sang bayi dilahirkan, untuk bersama-sama diupacarai, diberi pensucian dan suguhan agar sang bayi mendapat keselamatan dan selalu dijaga oleh unsur kekuatan alam.

Dengan demikian jelas sudah Ritual Upacara Selametan 7 bulanan itu adalah ajaran Hindu. Lalu apakah kita lebih memegang perkataan nenek moyang kita daripada apa-apa yang di turunkan Allah kepada RasulNya?

Allah berfirman :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ

”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (QS Al Baqoroh ayat 170)

Allah berfirman :

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya” (QS Al Baqarah 42)

Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu, tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah???

Selanjutnya Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.[QS. Albaqoroh : 208].

Demikian artikel ini, nasehat darikami kepada saudara-saudara muslim. Marilah kita berislam yang kaffah, jangan setengah islam setengah kristen, setengah hindu.

Wallahu waliyyut taufiq

Imlek

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Asal usul perayaan tahun baru Imlek bermula pada saat orang-orang Konghuchu di China melakukan panen raya, kemudian mengadakan upacara syukuran atas panen yang mereka terima dengan hasil yang melimpah ruah. Tak berbeda dengan ritual Sedekah Bumi atau Sedekah Laut di Indonesia.

“Jadi, perayaan Imlek itu awalnya adalah sebuah kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan oleh orang-orang Konghuchu di China untuk mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Di Indonesia, Sejak tahun 1968 s/d 1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang untuk dirayakan di depan umum. Hal itu berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto. Serta melarang segala hal yang berbau Tionghoa, termasuk di antaranya tahun baru Imlek.

Namun, sejak kepemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, kembali mendapatkan kebebasan dalam merayakan tahun baru Imlek, yaitu di mulai pada tahun 2000. Di mana, Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi mencabut Inpres Nomor 14/1967. Serta menggantikannya dengan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

Baca selengkapnya →

Kenapa tidak mau menyebut mereka KAFIR ??

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

ADA YANG BERCELOTEH Ngakunya KTP nya Islam, dia berkata :
“Saya tidak suka umat islam menyebut Yahudi dan Kristen itu dengan sebutan Kafir”

Terus saya mesti bilang bahwa Yahudi dan Kristen itu orang-orang Yang Beriman Gituuuu ? Terus menurut Anda Firman Allah, dan Ucapan-ucapan Rasulullah yang menyebut mereka nasrani dan yahudi itu Kafir, mesti dihilangkan gituuuu ??

Baca selengkapnya →

Valentine Day salah satu jalan menuju zina

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Kenapa sebagian orang Nasrani tidak memperingati valentine day ???

Menurut mereka orang nasrani, dalam Artikel yang berjudul “Should Biblical Observe It” bahwa Valentine day adalah Ritual penyembahah Dewa Lupercus

Mungkin saudara-saudara muslim, ada yang tidak tau akar sejarah yang sebenarnya, ini menurut versi orang nasrani.

“Valentine” berasal dari bahasa latin yang berarti “Yang Maha Perkasa”, “Yang Maha Kuat”, dan “Yang Maha Kuasa”. Kata-kata “Yang Maha Perkasa”, “Yang Maha Kuat”, dan “Yang Maha Kuasa”ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhannya kaum paganis Romawi..

Baca selengkapnya →

Merayakan Happy New Year

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

SEJARAH TAHUN BARU MASEHI

Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali revisi. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada Tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian . Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December.
Di Tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli). Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga Tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.

Baca selengkapnya →

Ahmadiyah kristen bukan ??

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia


POLEMIK yang paling tajam dan mendasar antara Islam, Kristen dan Ahmadiyah adalah perbedaan teologi mengenai doktrin penyaliban Yesus di tiang salib.


Secara tegas, Islam mengajarkan bahwa Nabi Isa tidak mati dibunuh maupun disalib dalam Al-Qur’an surat An-Nisa 157:“wamaa qataluuhu wama shalabuuhu walakin syubbiha lahum” (mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang lain yang diserupakan dengan Isa bagi mereka).
Para ulama dan mufassir sejak masa permulaan Islam sampai saat ini sepakat (ijma’) bahwa satu-satunya maksud ayat ini adalah membantah dugaan pembunuhan dan penyaliban Nabi Isa AS. Orang-orang Yahudi dan Romawi gagal menangkap Nabi Isa, apalagi membunuh dan menyalibnya, karena beliau diselamatkan Allah SWT. Penafsiran ini diperkuat dengan ujung surat An-Nisa’ 157:
“Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”
Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan fakta yang sebenarnya bahwa Nabi Isa tidak dibunuh maupun disalib. Al-Qur’an menepis peristiwa pembunuhan dan penyaliban Nabi Isa, tapi Al-Qur’an mengonfirmasi terjadinya pembunuhan dan penyaliban pada diri orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa.

….Berbeda dengan Islam dan Kristen, doktrin Ahmadiyah mengoplos akidah Islam dan Kristen. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa benar-benar disalib, tapi tidak sampai mati melainkan hanya pingsan saja….

Baca selengkapnya →