Manhaj

All posts in the Manhaj category

Kyai Iblis

Published 25 November 2013 by Mualaf Center Indonesia

Allah berfirman : “syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah yang menipu (manusia). [Q. S. Al-An’am/6: 112]

Demikianlah sebagian syetan membisikan kepada sebagian yang lain manusia dan jin, saling membisikan kata-kata yang menipu, tapi dihias seakan-akan indah sekali padahal itu menyesatkan.

Seperti kalimat yang sering didendangkan mereka dengan kata-kata yang sungguh sangat indahnya, mereka berkata sambil mengucurkan air mata :

“Sampai kapan kita akan saling berantem terus menerus, sampai kapan kita akan berbantah-bantahan. Sudahlah jangan saling salah menyalahkan ini syirik itu bid’ah. Marilah kita bersatu padu, sudah semuanya benar, semuanya tidak ada yang salah, walau berbeda keyakinan mari kita bersatu bergandeng tangan, agar islam ini kuat “

Indah apa gak indah, kata-kata tersebut ?? Masya Allah.. Sungguh indahnya kata-katanya

Setiap orang awam akan tertipu, akan merasa kagum dan meyakini dalam hatinya “duhai PakKyai ini betapa hatinya sangat baik, sungguh betapa sopannya, betapa lembutnya, betapa..oh..betapa..”

Semuanya terbuai dengan rayuan gombal. Padahal itu yang dibungkus dalam kata-kata tadi maknanya :

“Tidak perlu amar ma’ruf nahi munkar, jangan nurut sama Allah dan Rasul-Nya untuk merubah kemungkaran. Jangan menurut, jangan menyalahkan orang lain. Biarkan saja yang munkar-munkar jangan kamu salahkan meskipun itu tidak diajarkan oleh Rasulullah. Yang menyimpang aliran-aliran sesat biarkan saja seperti Teroris Khawarij ngebom disembarang tempat membunuh orang tanpa alasan, Biarlah jangan disalahkan semuanya benar”

Lihat..!! kata-katanya indah, namun sungguh menipu. Dengan kata tadi diatas dengan kata indah itu berarti mengubur habis amar ma’ruf nahi munkar.

Ada lagi dakwah iblis yang lebih parah lagi, berkata : “

“Sudahlah, kita ini bangsa indonesia semua rakyat adalah saudara. Jangan mengkafirkan orang nasrani, jangan mengkafirkan orang konghucu, jangan mengkafirkan syi’ah meskipun syi’ah aqidahnya berbeda dengan islam. Jangan mengkafirkan ahmadiyah, meskipun Nabinya berbeda. Sudahlah mari kita umat islam saling bertoleransi dan ikut memeriahkan dan mengikuti ritual-ritual ibadah orang nasrani, konghucu, ahmadiyah dan syi’ah karena agama itu sama saja, yang taat sama agamanya pasti masuk surga”

Setiap orang yang menyatakan itu syirik, bid’ah, akan ditegur oleh orang awam tersebut :

“Kamu tidak dengar kajian kemarin dari pak kyai fulan, yang menyatakan bahwa kita tidak perlu salah menyalahan, bahwa semuanya itu benar. Kita ini bangsa indonesia adalah saudara meskipun berbeda agama, dan kita semuanya akan masuk surga “

 Waspadalah..!! sama pejuang islam palsu yang dibalut dengan kata-kata indah, padahal menyesatkan

wallahu a’lam bish showab

Iklan

Habib Munzir berkata : “Roh Para Nabi Bergentayangan”

Published 24 November 2013 by Mualaf Center Indonesia

Di suatu acara dalam rangka Memperingati Ultah Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tanggal 12 rabi’ul awal 1434 H/2013 M.

Habib Munzir berkata dalam ceramahnya bahwa kemarin beliau habis bermimpi ketemu Rasulullah dan Rasulullah menegur agar dia tidak mengucapkan kata-kata kasar dan marah-marah kepada hadirin, karena yang hadir di acara maulid adalah tamu-tamu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi hendaknya Habib Munzir menyampaikan kepada para mereka yang menghadiri acara maulid bahwasanya Nabi mencintai mereka dan Nabi merindukan mereka.

Dan Habib kemudian menegaskan kepada para hadirin :
“Jangan diantara kalian merasa kalau di dalam maulid itu ruh Nabi tidak hadir. Kalau orang merasa ruh Nabi tidak hadir dalam maulid berarti dia mahjuub, dia tertutup dari cinta kepada Nabi”

Untuk lebih meyakinkan silahkan lihat videonya >>http://www.youtube.com/watch?v=4mo8nw-skPE


Sungguh Aneh jika Roh Para Nabi bergentayangan. Karena Roh para Nabi berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat.
Jikalau Ruh Nabi itu bergetangan ketika maulid, apakah berarti jika maulid dirayakan serentak di seluruh dunia, maka Ruh Rasulullah itu menjadi banyak hadir di tiap majelis ??

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).” (HR. Bukhârî no. 4436, Muslim no. 2191)
 
Dengan demikian maka roh-roh para nabi terdapat di dlm surga. Dan jasad tak akan bersatu dgn roh kecuali pada hari kiamat.“Hari ditiupnya sangkakala lalu kalian datang dlm keadaan berbondong-bondong.” (QS. An-Naba`: 18)

Pada hari itulah Allah membangkitkan mereka. Manusia yang paling pertama kali terbuka kuburnya adalah Muhammad shallallahu alaihi wasallam & beliau alaihishshalatu wassalam adalah manusia yang paling pertama dibangkitkan.

Adapun hadits:
“Para nabi itu hidup di dlm kubur-kubur mereka, mereka mengerjakan shalat.”

Maka walaupun Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan shahihnya, akan tetapi yang benarnya haditsnya sangat lemah. Dan ini adalah hadits pertama yang saya kritisi kepada beliau rahimahullah.

Tambahan : 

Jika mencintai Rosul yang benar itu mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan (ittiba’). Bukan merayakan happy brithday kelahiran Rasulullah, karena merayakan happy brithday bukanlah ajaran Para Nabi. Termasuk juga Nabi Isa/Yesus tidak pernah merayakan dan menyuruh merayakan Ultahnya tiap tanggal 25 DesemberAllahu a’lam bish showab

Waspadalah.. Imam Syafi’i Dedengkot WAHABY

Published 7 Mei 2013 by Mualaf Center Indonesia

Seakan-akan kita sudah jenuh akan stempel ‘Wahabiy’. Stempel ini terlalu murah diketok pada objek yang menyelisihi pemahaman, kebiasaan, dan amalan kelompok/sekte tertentu. Tempo hari, acara Khazanah Trans7 dituding terkontaminsasi paham Wahabi gara-gara membahas masalah syirik, sehingga mereka perlu berepot-repot protes ke KPI. Gak mau tahlilan, dibilang Wahabi. Gak mau maulidan, dibilang Wahabi. Gak mau haulan kematian, dibilang Wahabi. Gak mau dzikir berjama’ah, dibilang Wahabi. Gak mau pake jimat dan ilmu kebal hasil rekayasa pak kiyai, dibilang Wahabi. Gak mau minum air sisa pak Habib, dibilang Wahabi. Gak mau mbikin bangunan di makam, dibilang Wahabi. Gak mau tawasulan via mayat di dalam kubur, dibilang Wahabi. Gak mau banyak-banyak pake metode ta’wil (baca : tahrif) ayat sifat, dibilang Wahabi. Miara jenggot, dibilang Wahabi. Pake celana ngatung, dibilang Wahabi. Pake cadar, dibilang Wahabi(yyah). Tarawihan 11/13 raka’at, dibilang Wahabi. Mbahas bid’ah dan kesyirikan, dibilang Wahabi. Dan lainnya, sangat banyak. Lantas, apa yang tersisa agar tidak dibilang Wahabi ?. Barangkali jawabannya adalah : jadi preman atau masuk ke dalam kelompok/sekte yang obral stempel Wahabi tadi.
Standar stempel Wahabi menjadi tak jelas, tak ada batasannya. Banyak ulama mu’tabar menjadi berpemahaman Wahabi berdasarkan indikator ‘pen-stempel-an’ Wahabi tersebut di atas. Bahkan mereka yang hidup jauh sebelum dilahirkannya ‘pencetus’ gerakan Wahabi : Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil-Wahhaab At-Tamiimiy rahimahullah. Diantara ulama tersebut adalah Al-Imam Muhammad bin Idriis Asy-Syaafi’iy rahimahullah, mujaddid abad kedua hijriyah. Tak percaya ?. Berikut buktinya :

Baca selengkapnya →

Mualaf Wahaby

Published 24 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Pada tahun 1998 setelah saya memeluk agama islam, pastinya orang-orang mantan agama yang dulu saya anut, membenci saya. Tapi bagi saya hinaan, celaan, makian dari orang2 yang dulu pernah dekat dengan saya, ditanggapi dengan senyuman, dan saya tetap berpegang teguh kepada keyakinan saya yang baru, dan ingin menjadi muslim yang kaffah.

Menghadapi fitnah dari mantan agama saya, tentunya saya mesti memperdalam Al Qur’an dan Sunnah, agar saya bisa membantah mereka hujah berdasarkan dalil yang shahih. Dan tentunya berdasasarkan pemahaman Para Sahabat Rasulullah, karena mereka ada generasi terbaik dalam islam.

Ketika saya memperdalam Al Qur’an dan Hadist, untuk bekal ilmu berdakwah kepada orang-orang Nasrani, justru kendala dari umat islam sendiri, malah sering saya dihina, dicaci-maki, dilabeli gelar, seperti teroris, wahaby, sawah, salahfikir, dsb,,,

OKELAH KALAU BEGITU.. !!!

Baca selengkapnya →

Imam Madzhab dan Wali Songo, mereka itu bukan Nabi

Published 22 April 2013 by Mualaf Center Indonesia

Sekitar tahun 2005 saya masuk islam, ternyata saya memperhatikan sebagian umat islam, mereka kebanyakan berdalil apa katanya apa katanya ulama, meskipun ada Dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang menerangkan perkara tersebut, tetap saja mereka berpegang teguh kepada Fatwa Ulama mereka.

Mereka TAKLID BUTA, Alias FANATIK sama Imam Madzhab dan Wali Songo. Mereka sudah menganggap Imam Madzhab dan Wali itu Nabi Baru, ucapannya tidak pernah salah  Apalagi mungkin jika dibandingkan dengan Para Sahabat Rasulullah, dimata mereka tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan Wali Songo. Saya juga bingung, Wali Songo itu apakah seorang ulama, atau hanya cerita dongeng yang konon katanya bisa terbang, bisa menghilang, Shalat Jum’at langsung tidak perlu naik pesawat terbang cukup menghilang, langsung ke Mesjid Nabawi, dan banyak cerita mistis lainnya. Sampai saat ini saya sendiri belum pernah melihat kitab-kitab karya Wali Songo.

Kemudian apakah bermadzhab sama salah satu Imam Madzhab itu hukumnya Wajib menurut islam ?

Mana Dalilnya Dalam Al Qur’an dan Sunnah, Perintah Allah dan Rasulullah untuk mengikuti salah satu Imam Madzhab ?

Kata Al Buhti yang kemaren meninggal dunia dibom. katanya orang yang  tidak bermadzhab, maka keislamannya Bathil.  :o Saya tanya, Kenapa Para Sahabat dan Tabi’in mereka tidak bermadzhab salah satu Imam Madzhab tersebut?   ;D berarti para sahabat dan tabi’in manusia-manusia bathil, menurut Al Buthi  :jaim:

Baca selengkapnya →

Islam kok beda – beda ? Yang benar yang mana ?

Published 20 April 2013 by Mualaf Center Indonesia


Kadang seorang muallaf bingung, karena banyak sekali golongan dalam Islam, dan semuanya mengklaim bahwa ajarannya benar.
Sudah menjadi sunnatulloh, umat Islam terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, sebagaimana pula Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga dan 70 lainnya ke neraka. Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, 71 golongan ke neraka, hanya satu yang masuk surga. Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya ke neraka.”

Rasulullah ditanya : “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?”

Baca selengkapnya →